Ki Semar adalah artikel Paramesti yang terinspirasi dari salah satu tokoh paling agung dalam dunia pewayangan Jawa.
Meski berwujud sederhana, Semar bukan tokoh biasa. Ia adalah simbol kebijaksanaan, ketulusan, pengayoman, dan laku hidup yang tidak dikuasai pamrih.
“Kawulo mung sak dermo”
yang dapat dimaknai sebagai: manusia pada dasarnya hanya menjalani peran, tugas, dan titipan hidup yang telah digariskan.
Ki Semar Badranaya – Mobah Mosik Kersaning Hyang Sukmo
sebuah pengingat bahwa segala gerak kehidupan pada akhirnya tetap berada dalam kuasa dan kehendak Yang Maha Esa.