Di tengah hidup yang bising, ada satu ruang yang justru paling jernih: suwung.
Suwung Hamengkuana adalah artikel Paramesti yang terinspirasi dari salah satu inti ajaran spiritual leluhur Jawa.
Dalam pemaknaannya, suwung bukan sekadar kosong, melainkan keadaan batin yang tenang, damai, dan sunyi dari gejolak emosi. Ia adalah ruang terdalam kehidupan, tempat manusia kembali melihat hidup dengan lebih jernih.
Dalam laku Jawa, Suwung Hamengku Ana dapat dipahami sebagai kekosongan yang memeluk dan meliputi seluruh keberadaan. Dari sanalah lahir kesadaran, rasa sejati, dan arah hidup yang tidak lagi digerakkan oleh kegaduhan dunia luar.
Koneksi internet Anda sedang bermasalah, mohon coba gunakan jaringan lain.Tutup